Repeat Order & Retensi Pelanggan 8 min read
5 Kesalahan Follow Up WhatsApp yang Membuat Pelanggan UMKM
Anthony Christmantoro
2 Juli 2026
5 Kesalahan Follow Up WhatsApp yang Membuat Pelanggan UMKM Berhenti Beli Lagi (dan Cara Memperbaikinya)
Pendahuluan
Dalam era digital ini, banyak UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang berusaha untuk meningkatkan penjualan mereka dengan menggunakan media sosial, terutama WhatsApp. Namun, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh UMKM dalam melakukan follow up WhatsApp yang dapat membuat pelanggan mereka berhenti lagi. Pada artikel ini, kita akan membahas 5 kesalahan tersebut dan juga memberikan saran untuk memperbaikinya.
Konten Utama
1. **Kesalahan 1: Membuat Pelanggan Merasa Dibesut**
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh UMKM adalah membuat pelanggan merasa dibesut. Mereka mungkin mengirimkan pesan-pesan yang tidak relevan atau tidak disukai oleh pelanggan. Hal ini dapat membuat pelanggan merasa tidak nyaman dan tidak mau lagi berinteraksi dengan UMKM.
Contoh:
- UMKM mengirimkan pesan berikut pada pelanggan: "Hai, apa kabar? Kamu harus membeli produk kami untuk mendapatkan potongan harga!"
- Pelanggan mungkin merasa tidak nyaman dengan pesan tersebut dan tidak mau lagi berinteraksi dengan UMKM.
2. **Kesalahan 2: Membuat Pelanggan Merasa Dikendalikan**
Kesalahan lain yang sering dilakukan oleh UMKM adalah membuat pelanggan merasa dikendalikan. Mereka mungkin mengirimkan pesan-pesan yang terlalu sering atau tidak memperhatikan keinginan pelanggan.
Contoh:
- UMKM mengirimkan pesan berikut pada pelanggan: "Hai, kamu harus membeli produk kami sekarang juga!"
- Pelanggan mungkin merasa tidak nyaman dengan pesan tersebut dan tidak mau lagi berinteraksi dengan UMKM.
3. **Kesalahan 3: Membuat Pelanggan Merasa Tidak Disukai**
Kesalahan lain yang sering dilakukan oleh UMKM adalah membuat pelanggan merasa tidak disukai. Mereka mungkin tidak memperhatikan keinginan pelanggan atau tidak membalas pesan-pesan pelanggan.
Contoh:
- UMKM tidak membalas pesan pelanggan yang bertanya tentang produk.
- Pelanggan mungkin merasa tidak disukai oleh UMKM dan tidak mau lagi berinteraksi dengan mereka.
4. **Kesalahan 4: Membuat Pelanggan Merasa Tidak Nyaman**
Kesalahan lain yang sering dilakukan oleh UMKM adalah membuat pelanggan merasa tidak nyaman. Mereka mungkin mengirimkan pesan-pesan yang tidak relevan atau tidak memperhatikan keinginan pelanggan.
Contoh:
- UMKM mengirimkan pesan berikut pada pelanggan: "Hai, kamu harus membeli produk kami untuk mendapatkan potongan harga!"
- Pelanggan mungkin merasa tidak nyaman dengan pesan tersebut dan tidak mau lagi berinteraksi dengan UMKM.
5. **Kesalahan 5: Membuat Pelanggan Merasa Tidak Perlu**
Kesalahan lain yang sering dilakukan oleh UMKM adalah membuat pelanggan merasa tidak perlu. Mereka mungkin tidak memperhatikan keinginan pelanggan atau tidak membalas pesan-pesan pelanggan.
Contoh:
- UMKM tidak membalas pesan pelanggan yang bertanya tentang produk.
- Pelanggan mungkin merasa tidak perlu berinteraksi dengan UMKM dan tidak mau lagi berbelanja dari mereka.
FAQ
1. **Apa itu Follow Up WhatsApp?**
Follow up WhatsApp adalah proses mengirimkan pesan-pesan kepada pelanggan melalui aplikasi WhatsApp untuk meningkatkan penjualan dan memperhatikan keinginan pelanggan.
2. **Bagaimana Cara Kerja Follow Up WhatsApp?**
Follow up WhatsApp bekerja dengan mengirimkan pesan-pesan yang relevan dan disukai oleh pelanggan, serta memperhatikan keinginan pelanggan untuk meningkatkan penjualan.
CTA
Mulai menggunakan follow up WhatsApp yang efektif untuk meningkatkan penjualan Anda!
📚 Related Articles
Related: Cara Mengatasi ‘Buyer’s Remorse’ via WhatsApp: Follow-Up Pas
Related: Cara Mengatasi ‘Buyer’s Remorse’ via WhatsApp: Follow-Up Pas
- Cara Mengatasi ‘Buyer’s Remorse’ via WhatsApp: Follow-Up Pas
- 15 Template Pesan Follow-Up WhatsApp yang Bikin Pelanggan Be
- WhatsApp CRM untuk UMKM: Cara Meningkatkan Repeat Order Tanp
- Meningkatkan Konversi WhatsApp dengan Memanfaatkan Sunk Cost
- Segmentasi Psikografis di WhatsApp: Cara Seller E-commerce M
📚 Related Articles
Related: 15 Template Pesan Follow-Up WhatsApp yang Bikin Pelanggan Be
- 15 Template Pesan Follow-Up WhatsApp yang Bikin Pelanggan Be
- WhatsApp CRM untuk UMKM: Cara Meningkatkan Repeat Order Tanp
- Meningkatkan Konversi WhatsApp dengan Memanfaatkan Sunk Cost
- Segmentasi Psikografis di WhatsApp: Cara Seller E-commerce M
📚 Related Articles
- WhatsApp CRM untuk UMKM: Cara Meningkatkan Repeat Order Tanp
- Meningkatkan Konversi WhatsApp dengan Memanfaatkan Sunk Cost
- Segmentasi Psikografis di WhatsApp: Cara Seller E-commerce M